Minggu, 11 November 2012

Bagaimana melakukan patch test dalam 3 langkah

Patch test, tentu istilah ini terdengar baru bagi anda. Tapi jika kita mengubah bahasa yang digunakan menjadi tes alergi mungkin bukan anda sudah biasa ya.

Pengertian patch tes itu sendiri adalah suatu tes yang dilakukan pada kulit yang bertujuan untuk mengidentifikasi apakah suatu substansi dapat menyebabkan peradangan pada kulit. Hasil positif dari tes ini adala jika terjadi pembengkakan atau kemerahan pada kulit yang diberi suatu zat yang bersifat allergen.

Berikut langkah-langkah yang bisa anda lakukan untuk menghindari reaksi alergi akibat penggunaan make-up

  • Minta sampel gratis produk kecantikan alami atau organik yang berbahan dasar sayuran. Jika penjual menolak untuk memberikan contoh, mintalah sejumlah kecil saja bahan kosmetik tersebut di dalam suatu wadah. Jelaskan bahwa Anda ingin melihat apakah Anda alergi terhadap produk tersebut sebelum memutuskan untuk membeli.

  • Bersihkan sejumlah kecil area di bagian dalam siku lengan Anda lalu seka bersih. Ambil sejumlah kecil produk menggunakan sendok lalu gosokkan produk ke kulit Anda. Tutup area yang diolesi dengan plester tahan air. Pilih perban dengan perekat di tepi, bukan hanya sisi. Anda juga dapat menggunakan kemeja lengan panjang jika Anda tidak memiliki plester sehingga dapat menutupi area yang telah di olesi oleh kosmetik tersebut.

  • Lepaskan plester atau kemeja setelah 24 jam, jika terjadi iritasi segera olesi dengan area tersebut dengan susu karena lemak susu dapat membantu menghapus produk. Periksa kulit dari tanda-tanda kemerahan, gatal, atau noda. Tanda-tanda dan rasa gatal atau iritasi ini mengindikasikan bahwa Anda alergi terhadap sesuatu bahan dalam produk kosmetik tersebut. Jika anda meragukan hasil tes tersebut, anda bisa mengulang kembali tes ini. Tapi jika tidak terjadi apa-apa pada kulit anda, itu berarti anda aman menggunakan produk tersebut.

Tindakan pencegahan yang mungkin dapat anda lakukan untuk menghindari alergi di masa datang adalah :
  • Catat bahan aktif yang tercantum pertama kali karena Anda mungkin alergi terhadap salah satu dari bahan-bahan itu.
  • Jika anda memiliki alergi, hindari menggunakan produk yang mengandung bahan-bahan yang bersifat iritan.
  • Catat merk produk tersebut, karena kemungkinan besar industri yang memproduksi produk tersebut menggunakan bahan yang sama untuk produk lainnya.



Photobucket

Selasa, 18 September 2012

Tehnik berdandan berdasarkan bentuk wajah


Untuk menampilkan hasil yang sempurna dari suatu karya dibutuhkan tehnik dan pengetahuan yang sempurna

Menghias wajah dapat diibaratkan melukis pada sebuah kain kanvas. Kita harus mengetahui untuk tujuan apa dibuat suatu karya, bahan2 apa saja yang harus digunakan, dll.

Untuk itu sebelum belajar tehnik berdandan ala make up artist, ada baiknya kita mengetahui langkah-langkah umum dalam merias wajah.



  • Membersihkan muka menggunakan susu pembersih dan penyegar, hal ini diperlukan agar hasil riasan yang diperoleh terlihat sempurna.
  • Memakai pelembab  atau moisturizer pada wajah dan leher sehingga dapat mempertahankan kadar air pada kulit. Gunakan pelembap yang sesuai dengan jenis kuit, ringan dan tidak menimbulkan rasa lengket.
  • Koreksi bentuk muka memakai alas bedak/foundation warna gelap atau terang untuk memberi kesan mengecilkan atau melebarkan bentuk wajah.  Selain itu foundation juga berfungsi untuk memberi tampilan wajah terlihat bersih dan licin. Gunakan foundation yang teksturnya lembut dan mudah membaur dengan kulit.
  • Memakai bedak tabur/powder. 
  • Koreksi bentuk mata dengan pensil 
  • Membentuk alis, hal ini penting karena alis adalah bagian dari mata, dimana orang biasanya akan memandang mata terlebih dahulu ketika bertatap muka. Sehingga kesempurnaan tampilan alis akan memberi dampak yang berbeda jika diberi sentuhan khusus.
  • Memulaskan blush on atau pemerah pipi.
  • Menggunakan eye shadow (bayangan mata), eye liner (sipat mata), mascara(cat bulu mata) atau perlu menggunakan bulu mata palsu ( false eye-lashes ). 
  • Koreksi bibir dengan memulaskan lipliner, lipstick/lipcolor dan bila perlu lipgloss.
 Bila sudah mengetahui langkah2 secara umum, maka tiba untuk kita mengetahui tekhnik merias yang disesuaikan dengan bentuk wajah.

Bicara tentang bentuk wajah, tentu teman2 tau ya ada berapa bentuk wajah. Nah kriteria penggunaan warna maupun cara itu tergantung pada bentuk wajah. Ini kalau kita mau hasil yang berbeda dan terlihat sedikit sentuhan profesional yaa..

Bentuk wajah oval :

Bentuk wajah oval memiliki struktur wajah panjang dengan tulang rahang yang tidak terlalu menonjol.Bentuk wajah ini merupakan bentuk ideal, sehingga tidak perlu riasan korektif karena bentuk wajah yang sudah seimbang. Tujuan riasan biasanya untuk menonjolkan garis oval pada wajah.

Untuk bentuk pipinya, karena sudah tirus maka penggunaan shading dan blush on tidak ditujukan untuk meniruskan wajah, melainkan untuk membuat pipi tampak merona sehingga wajah terlihat lebih segar.

Hindari menyapukan blush on terlalu dekat dengan cuping hidung karena hal tersebut akan membuat riasan tampak berlebihan.

Bentuk wajah bulat :


Proporsi wajah bulat hampir sama antara panjang dan lebarnya dan umumnya memiliki dahi yang sempit dengan pipi bulat, serta tulang rahang yang tidak terlalu kuat.

Bentuk wajah bulat memerlukan koreksi dalam riasan untuk membuatnya tampak lebih panjang. Untuk membuat wajah tampak lebih panjang (tirus) gunakan  tekhnik shading atau memulaskan foundation yang warnanya lebih gelap di bagian sisi atau dibawah tulang pipi, mulai dari pipi dekat dengan telinga menuju bibir. Lalu lakukan juga shading pada bagian samping dahi atau pelipis dan arah memulasnya serong ke atas.



Gunakan blush on warna gelap pada rahang dan di bawah pipi. Jika ingin lebih tirus, aplikasikan blush on di bagian tulang pipi atau diatas area shading dengan arah memulas serong ke atas dari tulang pipi menuju arah telinga. Kemudian baurkan kembali blush on dgn warna yg lebih terang dgn posisi di atas blush on warna gelap.


Photobucket

Bentuk wajah panjang :

Bentuk wajah ini memiliki pipi panjang dan rahang yang panjang, tulang rahang yg tidak terlalu menonjol, dan tulang dagu yang lebih panjang dan menonjol, jarak antara mata ke dahi lebih panjang jika dibandingkan dengan bentuk wajah yang lain. Dengan kriteria wajah yang seperti ini  membuat bentuk wajah panjang terlihat kurang tirus.
Untuk menimbulkan efek tirus pada wajah panjang aplikasikan shading di bawah tulang pipi, mulai dari pipi dekat telinga menuju hidung dan berhenti di tulang pipi depan dengan arah pulasan ke bawah. Lalu beri shading yang kedua pada bagian yang telah diberi shading pertama.
Lalu aplikasikan blush on diatas area shading, dengan cara menyamping dari tulang pipi depan menuju ke telinga. Batas antara blush on dan shading harus tidak terlihat atau membaur agar riasan tidak tampak belang-belang.



Bentuk wajah persegi
Wajah persegi memiliki tulang rahang yang menonjol atau kuat berbentuk persegi, dahi yang lurus dengan dagu lebih dan tidak begitu lancip. Lebar antara pelipis dan rahang kurang lebih sama sehingga memberi kesan  kotak.

Aplikasikan shading pada bagian rahang, bagian bawah tulang pipi mulai dari pipi hingga bibir, dan sudut wajah sehingga bagian rahang dan pipi akan terlihat lebih tirus.  Pulas shading secara penuh pada pipi. Untuk memberi aksen panjang, gunakan blush on diatas shading pada rahang ke arah telinga.







Selasa, 04 September 2012

Perawatan kecantikan sehari-hari

Kecantikan tidak didapat dalam satu atau dua hari.
Tapi ibarat sebuah lahan, kecantikan harus dimulai dengan menabur benih.
Sebanyak apa benih yang kita tabur, sebanyak itu pula kita akan memperoleh hasil.

Menurut sebuah buku kecantikan yang saya baca, Semua yang ada pada wajah, kulit, mata, bibir merupakan cermin pribadi dan hati seseorang. Sehingga tidak heran jika banyak wanita yang ingin menampilkan kecantikan yang berfokus pada wajah.

Untuk memperoleh kulit yang sehat, bersih dan mulus, ada baiknya para wanita  melakukan beberapa hal berikut ini :
 
Kulit wajah, bersihkan kulit menggunakan susu pembersih yang sesuai dengan dengan jenis kulit. Biasakan membersihkan wajah sebelum menggunakan make-up dan sesudah beraktifitas, sehingga mengurangi penumpukkan bahan2 yang merugikan kulit kita.  Setelah membersihkan wajah, bilas wajah dengan menggunakan air hangat yang dilanjutkan dengan air dingin.

Jaga kelembapan kulit dengan menggunakan pelembap yang kaya kandungan air dan nutrisi. Setiap wanita dikaruniai kulit yang halus dan lembap, namun tidak jarang yang mengabaikan kelembapan kulitnya sehingga tampak kusam., padahal menjaga kelembapan bukanlah hal yang sulit. Gunakan pelembap yang sesuai dengan jenis kulit, dan jika anda ingin melakukan aktifitas di luar ruangan, pilih pelembap yang mengandung SPF sehingga kulit anda terlindung dari sinar matahari. Sebelum menggunakan pelembap, ada baiknya membasahi kulit wajah terlebih dahulu sehingga kadar air dalam kandungan pelembap dapat dipertahankan.

Scrubbing pada wajah, proses ini bisa dilakukan minimal satu kali seminggu, sehingga proses regenerasi kulit dapat terus terjadi. Gunakan krim yang memiliki butiran lembut pada wajah setelah wajah dibersihkan. Setelah dibilas lanjutkan dengan menggunakan pelembap

Bersihkan pori2 wajah dengan melakukan penguapan kulit wajah. Penguapan bisa dilakukan dengan membiarkan kulit wajah tersentuh uap air panas yang diletakkan dalam baskom atau wadah yang cukup menampung air untuk wajah. Biarkan selama 2-3 menit dengan tinggi wajah dari permukaan air sekitar 30 cm. Untuk membuat konsentrasi uap air lebih tinggi terkena wajah, maka dapat menggunakan handuk di atas kepala yang menghindari uap air keluar.



·         Kulit mata, bersihkan kulit mata dengan menggunakan pembersih khusus mata. Karena kulit sekitar mata kita lebih tipis. Setelah menggunakan kosmetik, biasakan membersihkan sisa-sisa eye shadow maupun eye liner menggunakan pembersih khusus. Gunakan krim mata setiap malam sebelum tidur dan pagi setelah menggunakan pelembap.

Jaga keindahan kulit sekitar mata dengan menggunakan masker khusus mata pada waktu senggang, sehingga dapat mengurangi kulit kehitaman atau bengkak.

 
·         Kulit bibir, jaga kondisi kulit bibir dengan melakukan pengelupasan menggunakan lip scrubbing cream sehingga dapat membantu mengangkat sel kulit mati pada bibir. Lanjutkan dengan mengoleskan pelembap bibir.

   


Photobucket

Senin, 30 April 2012

Natural Cosmetics

Judul blog sih cantik alami tapi kenapa yang dibahas cuma bahan kimia yaa..??

Slow down babe..

Itu semua masih perkenalan bahan2 yg di gunakan dalam kosmetik, in dis session i'l share bot d natural cosmetics. :)

Apa sih yang disebut sebagai natural cosmetics?

Natural cosmetics adalah kosmetik yang dihasilkan dari bahan-bahan alam dan meminimalisir penggunaan bahan2 kimia dalam sediaannya.

Sekarang ini penggunaan natural cosmetics sudah menjadi sebuah trend loh..!!!
Apa aja ya bahan alam yang bisa digunakan untuk kosmetik..??

Banyak tentunya..

Dari sekian banyak bahan alam yang ada di dunia ini, sudah di produksi dalam bentuk kosmetik modern yang bentuknya seperti yang biasa kita temui di toko-toko kosmetik contohnya seperti produk2 perawatan tubuh, produk kecantikan bahkan parfum.

Nah,, sebelum kita membahas tentang natural cosmetics lebih dalam, ada baiknya kita mengetahui 'apa sih sebenarnya kosmetik itu..??'

Kosmetik adalah sediaan yang digunakan untuk memperbaiki penampilan atau aroma tubuh, dan yang termasuk ke dalam kosmetik ini adalah krim perawatan kulit, lotion, bedak, parfum, lipstik, kuteks, rias wajah, keriting rambut, lensa kontak berwarna, cat rambut, hair spray dan gel, deodorant, sabun pencuci tangan, produk bayi, sabun cair dan banyak tipe produk lainnya.


Kebanyakan kosmetik dibedakan dari daerah dimana kosmetik tersebut digunakan.

Contohnya nih ya...
  • Face Primer, biasanya digunakan sebelum alas bedak, dimaksudkan untuk memperkecil pori2, membuat kosmetik lbh tahan lama, memperhalus aplikasi make up..
  • Eye Primer, digunakan agar intensitas warna eye shadow lebih tahan lama.
  • Lipgloss adalah sediaan lain dari lipstick yang berbentuk cairan
  • Lipstick, lip gloss, lip liner, lip plumper, lip balm, lip conditioner, lip primer, dan lip boosters. Lip stains berbahan dasar air atau gel dan mungkin mengandung alkohol yang membuat produk bertahan di bibir.
  • Concealer, makeup yang digunakan untuk menutupi kekurangan yang ada pada kulit. Biasanya bentuk sediaan concealer lebih padat dan lebih tahan lama dari pada foundation. Some formulations are meant only for the eye or only for the face.
  • Foundation, digunakan untuk memperhalus wajah dan menutupi warna kulit yang tidak sama. Biasanya foundation tersedia dalam bentuk cairan, cream atau bubuk.
  • Bedak wajah berbentuk bubuk, digunakan setelah foundation, memberikan hasil akhir matte, dan juga untuk menyembunyikan kekurangan kecil atau noda pada wajah.
  • Rouge, blush atau perona pipi, pewarna pipi digunakan untuk mewarnai pipi dan membuat tulang pipi tampak lebih tegas. Biasanya ada dalam bentuk bubuk, krim, dan cair.
  • Bubuk / krim contour, digunakan untuk mempertegas wajah, membuat wajah tampak lebih ramping atau bahkan memodifikasi bentuk wajah seperti yang diinginkan.
  • Highlight, digunakan untuk membuat titik tinggi wajah serta menambah cahaya pada wajah. Biasanya ada dalam bentuk sediaan cair, krim, dan bubuk. Sering mengandung shimmer, tapi kadang-kadang tidak.
  • Bronzer, digunakan untuk memberi sedikit warna pada kulit dengan menambahkan cahaya emas atau perunggu.
  • Maskara digunakan untuk menggelapkan, memperpanjang, dan menebalkan bulu mata. Biasanya tersedia dalam warna-warna alami seperti coklat dan hitam, tapi juga ada warna biru, merah muda, atau ungu.
Hmmm, kayanya cukup familiar ya semua produk kosmetik yang disebutin di atas, jadi sekarang udah tau dong ya apa yang dimaksud kosmetik dan apa saja yang termasuk di dalamnya.

Kalo pengertian kosmetik udah tau, sekarang giliran natural cosmetics.

Seperti penjelasan sebelumnya, natural cosmetic adalah kosmetik yang menggunakan bahan2 alam dalam sediaannya. Dalam industri natural cosmetics ada ketentuan khusus yang mensyaratkan bahwa hanya produk2 yang memenuhi standar guideline lah yang bisa memberikan tanda khusus 'Natural cosmetics bersertifikat' pada kemasannya.


Fyi,, ada beberapa ketentuan dalam memproduksi natural cosmetics, tapi itu semua tergantung pada regulasi di negara masing2 ya.. Berhubung aku mendapatkan informasi dari luar, maka aku cantumkan regulasi yang ada di luar yaa..

Pertama... Bahan baku sebisa mungkin diperoleh dari tumbuhan, bahan baku ini harus berasal dari budidaya biologis yang terkontrol sehingga memenuhi syarat kualitas dan ketersediaan atau yang berasal dari tanaman liar yang terkontrol secara biologi

Teruusss.... Pengujian pada hewan sangat tidak dibenarkan, baik itu pengujian pada saat dibuat, dikembangkan, di uji atau pada produk akhir.  
Untuk bahan baku yang tidak tersedia di pasar sebelum 1998/01/01 hanya dapat digunakan jika belum diuji pada hewan. Hal ini tidak termasuk pengujian hewan yang dilakukan oleh pihak ketiga yang tidak diperintahkan / diminta oleh pihak yang memerintahkan untuk melakukannya atau berhubungan dengan pihak pemesanan oleh hukum perusahaan atau dengan kontrak.
Dilarang menggunakan bahan baku diperoleh dari vertebrata mati (misalnya spermaceti, Terrapin, minyak cerpelai,  lemak marmut, lemak hewan, kolagen hewan atau sel hidup).

Selanjutnya.... Penggunaan garam-garam anorganik dan bahan baku yang diperoleh dari mineral umumnya diizinkan.
  
Yang keempat.... Untuk produksi natural cosmetics, penggunaan komponen yang diekstraksi melalui hidrolisis, hidrogenasi, esterifikasi, transesterifikasi dan kondensasi dari bahan-bahan alami seperti  Lemak, minyak, malam, lesitin, lanolin, monosakarida, oligosakarida, polisakarida, protein dan lipoprotein diperbolehkan

Kelima.... Bahan yang tidak diijinkan untuk digunakan dalam natural cosmetic adalah pewarna yang diperoleh dari sintetis organik, wewangian sintetik, bahan baku teretoksilasi, silikon, parafin dan produk minyak lainnya.
 
Kriteria yang menentukan zat aromatik diijinkan dalam natural cosmetics ada dalam ISO 9235.

Enaaaammmm.... Untuk memastikan bahwa produk  aman secara mikrobiologis,  pengawet yang diizinkan sebagai pengawet alami adalah asam benzoat, garamnya dan etilesternya, asam salisilat dan garamnya, asam sorbat dan garamnya, dan benzil alkohol
 
Ketika pengawet ini digunakan, produk harus diberi label
"Diawetkan dengan ... [nama pengawet] "


Photobucket

 Tujuuujjj... Pensterilan bahan baku organik dan produk kosmetik menggunakan radiasi radioaktif adalah hal yang dilarang.

Akhirnya.. Yang terakhir... Ada sebuah badan kontrol yang netral memeriksa bahwa kriteria2 tersebut dipenuhi oleh produsen natural cosmetics dan label asosiasi digunakan untuk menunjukkan bahwa kriteria tersebut telah dipenuhi.

Jadi kesimpulannya,, natural cosmetics itu bukan sembarangan kosmetik yang diproduksi dari bahan yang bisa diambil begitu saja dengan produksi yang mudah2 saja. Walaupun kosmetik lain juga tidak sembarangan dalam produksi dan pemilihan bahannya. Tapi natural cosmetics memiliki nilai lebih dalam keamanan produk yang kita gunakan. Jadi ga heran lah ya, kalau produsen yang meng klaim produk mereka berasal dari alam akan menjual produk tersebut dengan harga yang sedikit lebih tinggi dari kosmetik lain. Hal ini saya kira sangat wajar, menilai bahwa tidak mudah mendapatkan bahan alam yang mereka gunakan dalam kosmetik tersebut.

Ok deh ladys,, sepertinya cukup dulu ya informasi tentang natural cosmetics. Topik selanjutnya, aq akan membahas bahan2 apa aja sih yang biasa digunakan dalam kosmetik alam atau natural cosmetics itu..

So,, tunggu next edition yaaa... see youuu..

Rabu, 28 Maret 2012

Bahan tambahan yang TIDAK aman untuk kosmetik

Wow... ternyata selain bahan tambahan yang aman utk kosmetik, ada juga ya yg ga aman...
Pastinya dong.. Bukankah suatu hal yang lumrah jika ada yg positif pasti ada yang negatif..??

Nah untuk yang satu ini, awas2 ya ladys.. coz pabrik kosmetik biasanya tidak mencantumkan bahan2 ini dalam kemasan mereka.. U know lah alasannya... :)

Ini dia contoh bahan2 tersebut :
1. (+/–)-2-(2,4-Dichlorophenyl)-3-(1H-1,2,4-triazol-1-yl)propyl-1,1,2,2-tetrafluoroethylether
2. (1R,2S)-Hexahydro-1,2-dimethyl-3,6-epoxyphthalic anhydride (cantharidin)
3. (1R,4S,5R,8S)-1,2,3,4,10,10-Hexachloro-1,4,4a,5,8,8a-hexahydro-1,4,5,8 dimethanonaphthalene
    (isodrin-ISO)
4. (2-isopropylpent-4-enoyl)urea (apronalide)
5. α -Chlorotoluene
6. (Oxalylbisiminoethylene) bis [(O-chlorobenzyl) diethylammonium] salts, e.g. ambenomium
    chloride
7. 1-(4-Methoxyphenyl)-1-penten-3-one, bila digunakan sebagai bahan pewangi
8. 1,1,2-Trichloroethane
9. 1,1,3,3,5-Pentamethyl-4,6-dinitroindane (moskene)
10. 1,2,3-Trichloropropane
11. 1,2-Epoxybutane
12. 1,2-Bis(2-methoxyethoxy)ethane triethylene glycol dimethyl ether (TEGDME)
13. 1,7-Naphthalenediol, bila digunakan dalam sediaan pewarna rambut
14. 2,2,2-Tribromoethanol (tribromoethyl alcohol)
15. 2,2'-Bioxirane
16. 2,2'-Dihydroxy-3,3',5,5',6,6'--hexachlorodiphenylmethane (Hexachlorophene)
17.1,2-Dibromoethane
18. 2,4-Diamino-5-methylphenetol and its HCl salt, bila digunakan dalam sediaan pewarna rambut
19. 4-tert-Butyl-3-methoxy-2,6-dinitrotoluene (Musk Ambrette)
20.5-Amino-4-Fluoro-2-Methylphenol Sulfate, bila digunakan dalam sediaan pewarna rambut
21.  5-Methyl-2,3-hexanedione , bila digunakan sebagai bahan pewangi
22. 6,10-Dimethyl-3,5,9-undecatrien-2-one , bila digunakan sebagai bahan pewangi
23.6-Methoxy-2,3-Pyridinediamine and its HCl salt, bila digunakan dalam sediaan pewarna rambut
24. 7-Methoxycoumarin , bila digunakan sebagai bahan pewangi
25. 7-Methylcoumarin , bila digunakan sebagai bahan pewangi
26. Acetamide
27. Acetonitrile
28. Acid Orange 24 (CI 20170), bila digunakan dalam sediaan pewarna rambut
29. Acid Red 73 (CI 27290), bila digunakan dalam sediaan pewarna rambut
30. Alanroot oil (Inula helenium) , bila digunakan sebagai bahan pewangi
31. Anti-androgens of steroidal structure
32.  Benzene
33. Bromoethane
34. Chlorine
35. Chloroethane
36. Chromium; chromic acid and its salts
37. Cobalt dichloride
38.  Colouring agent CI ( 12075, 12140, 13065, 15585, 26105, 42535, 42555, 42555-1, 42555-2,
       42640,45170, CI 45170:1 dan 61554 )
39. Distillates (petroleum), carbon-treated light paraffinic, kecuali bila seluruh proses penyulingan
      diketahui dan tidak menghasilkan bahan yang bersifat karsinogenik
40. Distillates (petroleum), catalytic reformer fractionator residue, ( high-boiling, intermediate-boiling,
      low-boiling ) kecuali bila seluruh proses penyulingan diketahui dan tidak menghasilkan bahan yang
      bersifat karsinogenik
41. Ergocaciferol and cholecalciferol (vitamins D2 and D3)
42. Ethylene glycol dimethyl ether (EGDME)
43. Mercury and its compounds kecuali kasus khusus seperti pada Annex VI, Part 1 (ACD)
44. Phenol

Itu dia sebagian bahan berbahaya yang tidak boleh digunakan dalam kosmetik. Setiap bahan tersebut mungkin saja dapat mengiritasi kulit, berbahaya bagi pernafasan, merupakan bahan tambahan dalam industri plastik, dalam sintesa organik, dll.

Jadi,,, udah tau kan sebagian bahan yang tidak aman digunakan dalam kosmetik. Karena begitu banyaknya bahan yg tidak aman masuk dalam daftar Badan POM, maka saya sarankan kamu buka dan baca sendiri informasinya di www.pom.go.id/nonpublic/kosmetik/default.asp  di bagian lampiran bahan yang dilarangnya. Kalau ada waktu luang lagi aq akan tambahin bahan2 yg lain beserta alasannya.. ;)

See you ladys...

Photobucket

Jumat, 16 Maret 2012

Bahan tambahan yang aman untuk kosmetik

Setelah tau Bagaimana memilih Kosmetik yang baik untuk kita, sekarang adalah mengetahui bahan-bahan apa saja yang aman untuk digunakan sebagai kosmetik yang kita pakai.

Menurut Peraturan Kepala BPOM RI No. HK.00.05.42.1018 ttg kosmetik, definisi kosmetik adalah setiap bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada seluruh bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa disekitar mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan dan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.

Sedangkan bahan kosmetik adalah bahan atau campuran bahan yang berasal dari alam dan atau sintetik yang merupakan komponen kosmetik.

Berikut ini definisi dan contoh2 bahan yang masih boleh diijinkan untuk digunakan, biasanya bila disebutkan  persen berarti itu adalah kadar max yang boleh digunakan dalam sediaan kosmetik.

Bahan pewarna adalah bahan atau campuran bahan yang digunakan untuk memberi dan atau memperbaiki warna pada kosmetik. Contoh bahan pewarna yang bisa digunakan utk semua sediaan kosmetik ada seperti di bawah ini nih...
  • Pewarna orange misalnya Solvent Orange 1, Acid Orange 6, Food Orange 5 sampe 8
  • Pewarna merah ada D&C Red No.36, Pigment Red 5, FD&C Red No. 4, Acid Red No. 14, Food Red 2 dalam bentuk garam disodiumnya.
  • Pewarna kuning ada Acid Yellow 9 & 17 dalam bentuk garam disodium,  Natural Yellow 27, FD&C Yellow No. 5 & No. 6
  • Pewarna Hitam Food Black 2 dalam bentuk garam tetrasodium, Briliant Black 1
  • Pewarna Biru  misalnya Acid Blue 3 dalam bentuk garam Calcium, Pigment Blue 60 & 66, D&C Blue No.9, FD&C Blue No.2
  • Pewarna Hijau ada FD&C Green No.3, Acid Green 50, D&C Green No.5 & No. 6, Ultramarine green
  • Pewarna Putih ada Pigment White ( No. 4, 6, 14, 18 dan 25) , Silver, Magnesium Carbonate
  • Pewarna Coklat Pigment Metal 2 & 3, Pigment Brown 1
  • Pewarna Ungu Pigment Violet 16 & 36, D&C Violet No.2

Photobucket
Bahan pengawet adalah bahan atau campuran bahan yang digunakan untuk mencegah kerusakan kosmetik yang disebabkan oleh mikrooganisme. Contoh bahan pengawet dan kadar yang diijinkan untuk digunakan dalam kosmetik adalah : 1-(4-Chlorophenoxy)-1-(1H-Imidazol-1-yl)-3,3; Dimethylbutan-2-one (+) kadar max 0,5%; 1,3-Bis(hydroxymethyl)-5,5-dimethylimidazolidine-2,4-dione (0,6%) ; 2,4-Dichlorobenzyl alcohol (0,15%); 2-Benzyl-4-Chlorophenol (Chlorophene) (0,2%); 2-Phenoxyethanol (1%); 3-(p-Chlorophenoxy)-propane-1,2-diol (Chlorophenesin) (0,3%); 3,3'-Bis(1-hydroxymethyl-2,5-dioxoimidazolidin-4-yl)-1,1'- methylenediurea ("Imidazolidinyl urea") (0,6%); 4-Chloro-3,5-xylenol (0,5%); Hexamethylenetetramine (methenamine) (INN) (0,15%); Poly(1-hexamethylenebiguanide hydrochloride) (0,3%); Propionic Acid dan garamnya (2% asam)

Bahan tabir surya adalah bahan yang digunakan untuk melindungi kulit dari radiasi sinar ultra violet dengan cara menyerap, memancarkan, dan menghamburkan. Contoh2 bahan yang digunakan sebagai tabir surya adalah (1,3,5)-Triazine-2,4-bis((4-(2-ethyl-hexyloxy)-2-hydroxy)-phenyl)-6-(4-methoxyphenyl) (10%); 1-(4-Tert-butylphenyl)-3-(4-methoxyphenyl)propane-1,3-dione (5%); 2,2’-Methylene-bis-6-(2H-benzotriazol-2yl)-4-(tetramethyl-butyl)-1,1,3,3-phenol 10%; 2-Cyano-3,3-diphenyl acrylic acid, 2-etylhexyl ester (10%) (dinyatakan sebagai asam); 2-Ethylhexyl salicylate (Octyl Salicylate) (5%);  2-Hydroxy-4-methoxybenzo-phenone-5-sulfonic acid (Benzophenone-5) dan garam natriumnya (5%) (sebagai asam); 2-Phenylbenzimidazole-5-sulphonic acid dan garam kaliumnya, natrium dan triethanolamine (8%) (dinyatakan sebagai asam); 3-(4'-Methylbenzylidene)-d-1 camphor (4%); 3,3'-(1,4-Phenylenedimethylene)bis(7,7-dimethyl-2-oxo-bicyclo-[2,2,1]hept-1-ylmethanesulphonic acid) dan garamnya (10%) (dinyatakan sebagai asam); 3-Benzylidene camphor (2%);  4-Aminobenzoic acid (5%); 1 4-Dimethyl-amino-benzoate of ethyl-2-hexyl (8%); 4-Isopropyl-dibenzoyl-methane (5%); Benzyl salicylate (5%); Ethoxylated-ethyl-4-aminobenzoate (10%); Homosalate (INN) (10%); Monosodium salt of 2-2’-bis-(1,4-phenylene)1Hbenzimidazole-4,6-disulphonic acid (10%) (sebagai asam); Titanium dioxide (25%); Zinc oxide (20%); Octyl methoxycinnamate (10%)

Wuiiihh banyak ya ternyata komponen2 yang digunakan dalam kosmetik, bisa2 kita salah memilih kosmetik deh klo ga AWARE akan hal ini..

So, sobat semoga apa yang udah aq bagiin di halaman ini berguna ya buat kita semua, (klo bwt aq jadi inget pelajaran Kosmetologi waktu kul dulu .. ^-^). Kalo ada kekurangan, semoga di lain waktu bisa aq tambahin or kamu2 yg tambahin mungkin..?? Ok dehh... sampe ketemu di tema berikutnya ya.... :)

Rabu, 14 Maret 2012

Bagaimana memilih kosmetik yang Baik?


Agak susah ya untuk tau mana kosmetik yang baik dan mana yang tidak baik. Tapi kita bisa loh menghindari efek yang tidak baik itu bagi diri kita dengan cara memperhatikan prosedur2 dalam pemilihan dan penggunaan kosmetik, misalnya nih ya ..

Jenis kulit apa yang kamu punya, kalau kamu punya kulit kering kamu harus pake pelembab, foundation dan bedak untuk kulit kering juga. Karena formula setiap produk itu berbeda untuk masing-masing jenis kulit loh.. Kalo kamu punya jenis kulit kering trus kamu beli kosmetik yang diperuntukkan bagi konsumen kulit berminyak, pastinya kamu akan rasakan kulit kamu semakin kering.. Begitu salah satu contohnya.. :)

Trus waktu kamu membeli suatu produk kosmetik, jangan lupa nih ngecek kandungan kimia yang ada dalam kosmetik tersebut, siapa tau nih ya,, ada salah satu kandungannya yang bikin kamu alergi.. 
Untuk tau kamu alergi suatu bahan kimia atau tidak, perlu pemeriksaan khusus, tapi bisa juga kamu selalu perhatikan setiap kali kamu mencoba mengganti merk kosmetik kamu terjadi suatu reaksi alergi atau tidak. Atau pada saat kamu mau membeli suatu produk, kamu uji deh dengan mengoleskannya pada kulit kamu, jika hasilnya menyebabkan kulit kamu terasa panas, gatal atau timbul ruam tentunya kamu tau dong jawabannya, JANGAN BELI produk tersebut..


Selain kandungan kimia yang bisa menyebabkan alergi, kamu juga harus waspada untuk beberapa bahan kimia yang memang sengaja digunakan dalam kosmetik. Menurut informasi, beberapa merk terkenal menggunakan bahan2 yang berbahaya buat kesehatan kita loh, Jadi hati2 ya.. Dr Robert Greene, penulis buku Hormone Balance for Fertility menyarankan untuk menggunakan kosmetik yang mengandung bahan organik, karena bahan-bahan ini cukup aman dan hanya sedikit mengandung zat kimia. Kembali lagi deh, seperti yang saya katakan tadi, CEK kembali bahan-bahan yang digunakan di dalam kosmetik yang kamu akan beli dan yakinkan tidak ada bahan2 yang berbahaya di dalamnya.


Lalu apa lagi ya yang harus diperhatikan pada waktu membeli produk kosmetik..???
Nah,, buat yang satu ini biasanya kita sering mengabaikannya, padahal ini penting lohh..!! IJIN REGISTRASI BPOM. Seperti apa sih tanda bahwa suatu kosmetik sudah terdaftar di Badan POM? Biasanya kamu akan melihat tulisan berupa kode registrasi seperti  CD untuk kosmetik dalam negeri, CL kosmetik luar negeri, CA untuk yang dari daerah Asia, CC untuk kosmetik dari Eropa, dan CE untuk yang diimport dari Amerika.  Oh ya, kamu juga harus hati-hati ya,, sebab sekalipun ada tanda registrasinya belum tentu loh produk yang kamu pakai asli dari si produsen, maksudnya.. barang tersebut tidak pernah di produksi oleh perusahaan kosmetik tersebut..Untuk lebih amannya kamu bisa search no registrasi kosmetik yang kamu punya di web BPOM.


Last but not least adalah Expired Date produk kosmetik kamu ato bahasa indonesianya tanggal kadaluarsa. Hal ini termasuk dalam daftar penting karena jika kamu melewatkan pengecekan exp date kosmetik kamu, kamu bisa mengalami hal2 yang seperti dialami orang yang alergi. Kenapa..??? Karena bahan2 yang terkandung dalam kosmetik tersebut sudah tidak dalam kondisi baik lagi, plus sudah terjadi reaksi antara bahan2 yang didalamnya akibat bahan yang tidak bagus lagi, pemaparan cahaya mungkin atau karena kondisi penyimpanan yang tidak baik, dll.


Naah, udah tau kan sedikit bagaimana cara memilih kosmetik yang baik, semoga informasi ini bermanfaat ya, n kalo sekiranya ada temen2 yg tau lebih banyak lagi ato tau ada informasi terbaru tentang cara memilih kosmetik, boleh deh di share disini. :)




Sumber :
http://female.kompas.com